Cukup jeda, jangan luka


Hasil gambar untuk hanya butuh waktu

            Masa-masa sulit itu akan hadir, aku atau kau yang terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sementara hati mulai merasa curiga. Barangkali akan terasa resah, pada saat itu sedikit sekali waktu untuk bertemu dan saling memberi kabar dan penjelasan. Waktu seolah tak peduli dengan kita. Dengan kita yang hampir saja kembali seperti dahulu, ketika kata kita masih terucap aku dan kau. Kita sama-sama mengerti jikalau bertemu adalah cara terbaik, sebab begitu kabar yang tak baik akan terbang dibawa angin. Dan sebelum itu, kita butuh penjelasan. Butuh pertemuan, agar tidak tumbuh racun keraguan. Namun apalah daya banyak hal yang memenjarakan kita.
            Pernah sekali pesan singkat darimu, isi nya hanyalah tanda titik. Lalu dengan tersenyum aku balas dengan tanda koma, hanya butuh pertemuan dan penjelasan. Pahamilah, setiap manusia punya rasa kasih dan sayang dan akan mengalami hal yang sama. Hanya saja, ada yang melalui dengan baik dan ada yang sebaliknya. Akan ada fase dimana kita ditimpa masalah, kemudian harus terpisah. Harus menunda dan menunggu waktu terbaik untuk bertemu. Kalau sudah pada fase ini, harus pahami keadaan, harus selesaikan permasalahan, kita hanya sedang menunggu waktu untuk mendapat solusi. Bukan waktu senggang lantas mencari selingan hati. Semuanya harus terselesaikan dengan baik. Sebab, kita memulai dan menjalani nya dengan  awal yang baik. Lantas kita akan melanjutkan dengan segala hal yang pernah kita rencanakan. Ingatkah kau ?
            Saat kita lelah, yang dibutuhkan hanyalah jeda. Agar kuat lagi kita untuk hadapi dan kalahkan rimba. Begitupun saat kita ditimpa masalah, yang dibutuhkan hanyalah duduk berjumpa, menenangkan kepala. Saling mendengar dan mengerti lalu bergantian berbicara. Redakan ego, yakni satu hal : Kita sedang jeda dan menghidar luka, agar semua kembali seperti sedia kala. Jangan pernah emosi untuk meneriakkan perang. Jika belum datang waktu yang tepat untuk saling bicara, mari kita nikmati jeda. Lakukan saja hal yang mengingatkan kita, agar kita kembali saling jatuh cinta. Barangkali saling jauh sejenak bisa kembali menumbuhkan rindu. Renungkanlah lagi, bagaimana kerasnya kita saling berjuang dahulu.
            Kita selalu punya kesempatan untuk menentukan akhir kita, menjadi hujan, senja, atau pun kenangan. Berilah jarak dan jeda, jika sema itu akan mengembalikan perasaan yang dulu kita puja. Sebab, aku masih dan akan terus ingin denganmu saja. Aku tahu, kepalamu bisa saja lebih batu dari egoku, tetapi pahamilah. Bukan itu yang akan membuat kita saling mengerti. Tenangkanlah segala resah dihati, pelan-pelan saja.Tidak perlu memaksakan bicara jika kesal rasanya. Ingatlah, ada bahagia yang harus kita jaga. Sebab, setelah kelelahan panjang ini. Kita akan kembali saling mengerti, bahwa kita diciptakan untuk bersama, bukan berpisah ujungnya.

(Blangpidie, 3 Desember 2016 / 22.54 WIB)
Sabtu malam yang sepi, ketika denting jam terdengar jelas.




Postingan populer dari blog ini

Mengapa Membenci Hujan ?

Kita seperti ini karna didikan

Kenangan dan luka manis