Segala tentang matamu


Seperti halnya aku menyukai senja yang tak perlu kujelaskan, begitu pula aku yang selalu menyukai matamu. Menatap lebih dalam ke sana, lalu menenggelamkan diriku berlama-lama. Tidak ingin berlari lagi.  Segala penat seolah sudah kutemukan obatnya. Matamu selalu bisa menenangkan, melihat diriku semakin dalam, semakin tidak ingin keluar dari matamu.Itulah sebab aku suka mengajakmu duduk berlama-lama. Terkadang tidak perlu banyak bicara. Kita hanya duduk sambil menikmati udara. Dalam hati aku panjatkan doa, semoga denganku saja kami ingin menetap.
          Segala perihal tentangmu aku suka, terlebih saat kamu cemberut dan cemburu. Tentu tidak berlebihan. Saat begitu, kamu tetap terlihat mempesona. Dan tersadar aku kita memang harus memperjuangkan rindu. Selalu akan mengusahan untuk bertemu, agar tidak lebat tumbuh sendu.
          Begitulah aku yang selalu terpesona dengan bening matamu. Selalu ingin mengurung diri dalam matamu. Membiarkan diriku tenggelam semakin dalam. Saat hujan begini aku selalu didatangi kenang. Diajak berjalan ke tempat yang pernah kita datangi. Diseludupkan kembali ke saat-saat sembari menatap matamu. Semuanya terasa nyata, bahkan saat kamu tak ada. Saat kamu terlalu jauh dilarikan jarak. Namun, hujan memang selalu begitu. Selalu mengingatkanku pada matamu, lalu entah mengapa sesuatu menghangatkan hatiku. Walau dingin kulit ini disapa udara sejuk hujan di malam hari, tapi aku merasa panas karna rindu.


16 November 2016 (20.05 WIB)- Hujan di kota Blangpidie, Aceh Barat Daya

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Membenci Hujan ?

Kita seperti ini karna didikan

Kenangan dan luka manis