Kenangan dan luka manis

Kenangan adalah suatu yang terkadang menjelma menjadi pisau, menusuk jantung paling dalam. Namun, tak jarang mendatangkan rindu dikala hujan dan senja. Selalu ada pelajaran atas segala perasaan, meski terkadang tak tersampaikan. Perkataanku ini tak mampu merubah fikiranmu, tak mampu merubahmu yang ingin pergi. Mungkin ungkapan dan pengorbanan tak cukup membuat kau yakin. Begitu juga dengan perasaan ini, dengan pembuktianpun belum cukup untuk menahan kau tetap disini.

Kepadamu yang telah memilih pergi, datanglah sesekali ke fikiranku. Boleh saja kau ajak aku duduk manis, tapi jangan ingat-ingat masa dulu aku menangis. Sungguh hal terberat saat harus melepaskan. Kau mencari jalan lain yang tak sejalan denganku. Kamu yang membuat kata “kita” tak lagi bermakna. Segala nya lebur menjadi air mata. Sedih ku tak usah di tanya, ada sesak tak terkira di dalam dada. Namun lihat saja, suatu waktu aku akan duduk manis dan menatapmu dengan bahagia walaupun pandangan yang berbeda.
Aku hanya ingin mengenangmu sebagai masa lalu,yang kucoba hibur dengan segala hal bahagia yang kurasa. "Kasihan kau kini, padahal dulu kamu begitu tinggi, bahkan sulit untuk didaki. Hingga akhirnya rapuh tak terkendali" bisik hujan kepadaku.
Cukup aku saja yang terluka tak terkira. Kini mendekatlah, ceritakan kepadaku apa yang ada di kepalamu waktu itu. Aku sama sekali tak dendam, semua kesakitan juga kesedihan sudah aku biarkan tenggelam. Biarlah semua berlalu. Luka darimu sungguh tak pernah sembuh. Hanya saja aku paham, membahagiakan diri sendiri adalah kewajiban. Dan aku tak pernah berdiam diri, kini aku mencari hidupku lagi. Sesuatu yang pernah kamu bunuh, ku coba untuk bangkitkan kembali. Semoga kau membenah diri, karna semua orang yang jatuh punya hak untuk berdiri. Terserah padamu kini, silahkan pergi atau tetap disini. Jika nanti kau rindu pasti aku ada disini, aku yang sedang belajar bangkit berdiri. Setidaknya, dalam ingatanku kau tetap kekal abadi. Sedalam apapun luka, kenanganmu adalah luka termanis.
Mari mengenang, namun jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah lelah tualang ke masa lalu, kita harus kembali menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru. 

Sejujurnya aku adalah orang yang paling patah saat kau menginginkan pisah.

Ku teriakkan pada hujan : "Kita adalah cerita yang telah usai !"

12 November 2016, selalu ada doa untuk terkasih. 





Postingan populer dari blog ini

Mengapa Membenci Hujan ?

Kita seperti ini karna didikan