Hilang

 
Aku tak mengerti, tak paham akan itu. Ajari aku arti kehilangan. Karna ada luka ketika tawa. Ada rasa yang membunuh dari dalam. Menghanyutkan senyuman, kehilangan bahagia. Jiwa yang tak lagi sama, semangat hilang seketika. Hingga tak ada arti perjuangan yang ada.  Untukmu hati, maafkan aku yang telah mematahkanmu berulang kali. Telah gagal aku menepatkanmu di mana seharusnya tidak menyakiti, juga karna ingkar janji.

Kalau bukan dia, harus tenang aku. Masih ada dia yang lain. Kurasa tidak semua kehilangan itu bisa kembali, bahkan ketika ku jelaskan adalah penyesalan. Ajari aku, ajari aku apapun. Asal jangan bagaimana aku tanpamu. Karena pengorbanan adalah pembuktian, tanpanya hanya sekedar omongan kosong tak punya arti. Percuma dulu pernah meminta bertahan, jika kini ingkar janji. Tegur aku bila salah, bukankah dulu pernah berjanji ? Tegur aku, bukan menjauh pergi.

Terluka ? Sangat
Bersedih ? Mengungkapkan itu melegakan
Kecewa ? Kepercayaanku dilukai
Masihkah aku harus berharap dengan sesuatu yang sebenarnya tak ditakdirkan ? Hentikan! Aku harus mempersiapkan yang lebih baik agar mendapatkan yang terbaik.

Aku hanya ingin menikmati kebersamaan, dan tidak akan pernah merencanakan perpisahan.
Yang terbaik akan datang, jika bukan saat ini. Mungkin masih ada waktu untuk persiapan.
Akhir kata : "mungkin bukan aku yang terbaik"
(Jumat,4 November 2016 (18:38WIB)

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Membenci Hujan ?

Kita seperti ini karna didikan

Kenangan dan luka manis