Hanya Lelah Berjuang SENDIRI



Aku tak pernah lelah mencintaimu, hanya lelah berjuang sendiri

Hasil gambar untuk lelah berjuang Suatu hari nanti, saat kau merasa sendiri dan tak sehebat hari ini. Saat yang biasanya kau dapatkan dengan mudah tak lagi bisa semudah itu. Kamu tentu akan terdiam, lalu bertanya sendiri, siapa saja yang pernah mencintaimu. Dan kamu akan ingat seorang yang pernah memohon hatimu. Orang yang hampir kau beri kesempatan. Orang yang sangat lama dalam memperjuangkan hatimu. Dan dengan pelan bibirmu membisikkan satu nama. Orang yang kau sebut namanya itulah AKU.

Saat kau merasa patah hati oleh seorang yang sama sekali tidak menginginkanmu. Sementara kau begitu menginginkanya. Kau kan merasa luka dan kecewa. Seolah dunia ini tak adil. Katamu, kau begitu tulus mencintainya. Kau berharap di membalas perasaanmu. Sebab, lama sudah waktu kau jalani untuk membuatnya jatuh hati padamu. Namun nyatanya, dia tidak ingin membalas apa yang kau rasakan. Dia memilih pergi dan membuat hati luka berkali-kali.

Lalu saat itu, kau mengingatku. Kau merasa akulah obat atau sekedar pelarian gundah. Hal yang kau lupa dari dirimu. Dengan perasaan akan memberi kesempatan untuk mencintaimu, kamu akan menghubungiku. Bertanya hal sepele yang tentunya basa-basi. Akupun akan meladeni dengan sebaik mungkin. Sebaik yang ku bisa.Sebab, aku sama sekali tidak dendam padamu. Kamu tetap kuhormati, sebagai orang yang begitu kucintai.

Sebelum semuanya semakin mengada-ada, kamu harus pahami. Aku sudah menjauh untuk lari. Menenangkan hati. Belajar berdamai dengan kenyataan, bahwa aku bukan orang yang kau cintai. Aku bukan orang yang bisa kau terima dan kau puja setinggi-tinggi nya. Lalu, kini saat  kau jatuh tak seharusnya kau mencariku untuk membuatmu utuh. Bukan maksudku ingin membalas. Dahulu, aku pernah begitu mencintaimu. Aku tidak lelah sama sekali mencintaimu dan aku hanya lelah berjuang sendiri. Jika kini kau datang lagi menawarkan hati, aku takut, aku tidak bisa lagi mencintaimu seperti dulu. Aku takut hanya mampu mencintaimu dengan sisa-sisa kesalahanku.

Cukup nikmati saja hubungan kita sebagai dua orang yang berbagi cerita, tidak usah urusan hati.

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Membenci Hujan ?

Kenangan dan luka manis

Kita seperti ini karna didikan