Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Rasa yang tetap ada

Gambar
Mengetahui kabar dan memastikan kamu baik-baik saja, adalah salah satu caraku tetap bahagia.
            Mungkin saja ini sama sekali tak penting bagimu. Bagian yang mungkin akan membuatmu merasa bosan. Sebab, perasaan yang kau punya tak sama dengan apa yang kurasakan. Percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tak berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang sering kau balas dengan satu dua kata saja. Dan, kadang kamu begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan pengulangan huruf, “Yyyyy”. Namun, semua itu akan menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kamu masih ada.             Satu-satunya cara agar hariku tetap bahagia ialah dengan mengetahui kabarmu dan memastikan kamu baik-baik saja. Ini bukan perkara tetap bersama. Bukan juga perihal memiliki. Lebih dari itu, ini tentang perasaanku yang masih sama, perasaan hanya kepadamu saja. Hal yang takkan bisa kurasakan pada yang lain. Hati ini hanya ingin menaruh segala tentangmu di sana. Tentang rasa yang takkan pernah bisa mel…

Cukup jeda, jangan luka

Gambar
Masa-masa sulit itu akan hadir, aku atau kau yang terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sementara hati mulai merasa curiga. Barangkali akan terasa resah, pada saat itu sedikit sekali waktu untuk bertemu dan saling memberi kabar dan penjelasan. Waktu seolah tak peduli dengan kita. Dengan kita yang hampir saja kembali seperti dahulu, ketika kata kita masih terucap aku dan kau. Kita sama-sama mengerti jikalau bertemu adalah cara terbaik, sebab begitu kabar yang tak baik akan terbang dibawa angin. Dan sebelum itu, kita butuh penjelasan. Butuh pertemuan, agar tidak tumbuh racun keraguan. Namun apalah daya banyak hal yang memenjarakan kita.             Pernah sekali pesan singkat darimu, isi nya hanyalah tanda titik. Lalu dengan tersenyum aku balas dengan tanda koma, hanya butuh pertemuan dan penjelasan. Pahamilah, setiap manusia punya rasa kasih dan sayang dan akan mengalami hal yang sama. Hanya saja, ada yang melalui dengan baik dan ada yang sebaliknya. Akan ada fase d…

Kita yang mencari bahagia

Gambar
Sudah kupastikan kita ini orang yang ingin bahagia. Bagaimana denganmu ? Walau tak ada yang dapat memastikan semua akan baik-baik saja. Seperti daun hijau dengan embun pagi, pasti akan menguning lalu mengering juga. Lalu angin membawanya menjauh dan jatuh dari ranting.Terkadang saat semua yang terfikirkan baik-baik saja dan semua yang menyenangkan. Tiba-tiba ada saja yang mengusik dan menghancurkannya.

Kamu merasakan seperti hal itu. Saat yang kamu kasihi menjadi daun yang jatuh dari dahannya. Memilih mengembara terbang bersama angin. Meningkalkan dahan sebatang kara. Bahagia hilang disetiap harinya, dan dahan itupun patah layaknya hatimu. Hingga akhirnya kamu tak lagi percaya akan kebahagian, kita pun bertemu. Aku tak jauh berbeda denganmu, sejak perjumpaan itu aku merasa kita punya kesamaan. Hal yang akhirnya kita percaya menjadi perasaan yang menyatukan. Kita yang dulu dilepaskan begitu saja. Ditinggalkan tanpa alasan oleh bahagia.

Perasaan itu membentuk sepakat diantara kita. Kit…

Hujan, untuk kisah kita yang usai sudah

Gambar
Dahulu, kita pernah saling menguatkan. Pernah sangat takut akan kehilangan. Kau adalah seseorang yang kucintai sangat. Sementara bagimu aku adalah orang dengan pembuktian dan pengorbanan paling hangat. Seseorang yang kamu inginkan berlama-lama denganmu. Menikmati hujan tak peduli membunuh waktu. Kita tak peduli hujan atau badai dan kekacauan disana, pikiran kita tak kemana-mana. Kita hanya sedang berdua. Segalanya terasa seolah sempurna. Andai saja waktu berjalan lebih lambat.  Menikmati segala gundah gulana dan setiap hal yang kau coba sembunyikan. Kamu adalah bagian terindah dari hujan, karna membuatku betah berlama-lama tanpa perlu mengatur tujuan.           Kita sering berdoa agar hujan turun lebih lama, agar tak punya alasan untuk kemana-mana. Sebab, katamu, jika bersama apapun akan terasa hangat, tak peduli betapa dinginnya hujan yang turun, kamu selalu percaya, hujan tak lebih dingin dari kesendirian ketika rindu hadir. Dan kulihat kau tak mampu bertahan sendiri. Rindu dan hujan…

Segala tentang matamu

Gambar
Seperti halnya aku menyukai senja yang tak perlu kujelaskan, begitu pula aku yang selalu menyukai matamu. Menatap lebih dalam ke sana, lalu menenggelamkan diriku berlama-lama. Tidak ingin berlari lagi.  Segala penat seolah sudah kutemukan obatnya. Matamu selalu bisa menenangkan, melihat diriku semakin dalam, semakin tidak ingin keluar dari matamu.Itulah sebab aku suka mengajakmu duduk berlama-lama. Terkadang tidak perlu banyak bicara. Kita hanya duduk sambil menikmati udara. Dalam hati aku panjatkan doa, semoga denganku saja kami ingin menetap.           Segala perihal tentangmu aku suka, terlebih saat kamu cemberut dan cemburu. Tentu tidak berlebihan. Saat begitu, kamu tetap terlihat mempesona. Dan tersadar aku kita memang harus memperjuangkan rindu. Selalu akan mengusahan untuk bertemu, agar tidak lebat tumbuh sendu.           Begitulah aku yang selalu terpesona dengan bening matamu. Selalu ingin mengurung diri dalam matamu. Membiarkan diriku tenggelam semakin dalam. Saat hujan begini…

Hanya Lelah Berjuang SENDIRI

Gambar
Aku tak pernah lelah mencintaimu, hanya lelah berjuang sendiri

Suatu hari nanti, saat kau merasa sendiri dan tak sehebat hari ini. Saat yang biasanya kau dapatkan dengan mudah tak lagi bisa semudah itu. Kamu tentu akan terdiam, lalu bertanya sendiri, siapa saja yang pernah mencintaimu. Dan kamu akan ingat seorang yang pernah memohon hatimu. Orang yang hampir kau beri kesempatan. Orang yang sangat lama dalam memperjuangkan hatimu. Dan dengan pelan bibirmu membisikkan satu nama. Orang yang kau sebut namanya itulah AKU.

Saat kau merasa patah hati oleh seorang yang sama sekali tidak menginginkanmu. Sementara kau begitu menginginkanya. Kau kan merasa luka dan kecewa. Seolah dunia ini tak adil. Katamu, kau begitu tulus mencintainya. Kau berharap di membalas perasaanmu. Sebab, lama sudah waktu kau jalani untuk membuatnya jatuh hati padamu. Namun nyatanya, dia tidak ingin membalas apa yang kau rasakan. Dia memilih pergi dan membuat hati luka berkali-kali.

Lalu saat itu, kau mengingatku. Kau me…

Kenangan dan luka manis

Gambar
Kenangan adalah suatu yang terkadang menjelma menjadi pisau, menusuk jantung paling dalam. Namun, tak jarang mendatangkan rindu dikala hujan dan senja. Selalu ada pelajaran atas segala perasaan, meski terkadang tak tersampaikan. Perkataanku ini tak mampu merubah fikiranmu, tak mampu merubahmu yang ingin pergi. Mungkin ungkapan dan pengorbanan tak cukup membuat kau yakin. Begitu juga dengan perasaan ini, dengan pembuktianpun belum cukup untuk menahan kau tetap disini.
Kepadamu yang telah memilih pergi, datanglah sesekali ke fikiranku. Boleh saja kau ajak aku duduk manis, tapi jangan ingat-ingat masa dulu aku menangis. Sungguh hal terberat saat harus melepaskan. Kau mencari jalan lain yang tak sejalan denganku. Kamu yang membuat kata “kita” tak lagi bermakna. Segala nya lebur menjadi air mata. Sedih ku tak usah di tanya, ada sesak tak terkira di dalam dada. Namun lihat saja, suatu waktu aku akan duduk manis dan menatapmu dengan bahagia walaupun pandangan yang berbeda. Aku hanya ingin meng…

Kita seperti ini karna didikan

Gambar
Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa...?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar. Mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa...?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, dibentak untuk
bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan dilatih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat
lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa...?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak dididik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan diajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas, dan bangga akan keseder…

Hilang

Gambar
Aku tak mengerti, tak paham akan itu. Ajari aku arti kehilangan. Karna ada luka ketika tawa. Ada rasa yang membunuh dari dalam. Menghanyutkan senyuman, kehilangan bahagia. Jiwa yang tak lagi sama, semangat hilang seketika. Hingga tak ada arti perjuangan yang ada.  Untukmu hati, maafkan aku yang telah mematahkanmu berulang kali. Telah gagal aku menepatkanmu di mana seharusnya tidak menyakiti, juga karna ingkar janji.

Kalau bukan dia, harus tenang aku. Masih ada dia yang lain. Kurasa tidak semua kehilangan itu bisa kembali, bahkan ketika ku jelaskan adalah penyesalan. Ajari aku, ajari aku apapun. Asal jangan bagaimana aku tanpamu. Karena pengorbanan adalah pembuktian, tanpanya hanya sekedar omongan kosong tak punya arti. Percuma dulu pernah meminta bertahan, jika kini ingkar janji. Tegur aku bila salah, bukankah dulu pernah berjanji ? Tegur aku, bukan menjauh pergi.
Terluka ? Sangat Bersedih ? Mengungkapkan itu melegakan Kecewa ? Kepercayaanku dilukai Masihkah aku harus berharap dengan…

Mengapa Membenci Hujan ?

Gambar
Gemercik air, udara dingin, dan kabut senja. Orang-orang dewasa itu aneh. Mereka bilang menyukai hujan, tapi selalu berlindung di balik payung, berlindung di bawah atap. Bahkan beberapa dari mereka memaki karena hujan membuat baju mereka basah.
Mereka tidak benar-benar menyukai, hanya mulutnya saja, tindakannya tidak. Mereka hanya mencari sensasi atau sedang menjual romantisme. Nyatanya, mereka menyesali hujan yang tak kunjung reda, mendinginkan udara sekitar, dan membuat jemurannya tak kunjung kering.Sayang cintanya hanya sebatas kata, sayang katanya hanya sebatas kalimat status di media sosialnya. Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduannya.Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali menjadi hujan itu sendiri. Bagaimana bila sesekali kita mendengar kata orang bahwa mereka menyukai kita padahal dibelakang itu semua mereka tidak demikian.Manusia banyak yang seperti itu. Manusia telah terlatih untuk berpura-pura di hadapan orang lain. Memanipulasi sikapnya dan menyaring kata-kat…