Postingan

Waktu dan Hari, Bulan dan Matahari, lantas aku ? Kurasa bukan kau.

Gambar
Apa pandangan mataku yang salah ? Atau memang benar adanya. Wajah bulan kini tak lagi sama, mengapa ? Apa mungkin karna setiap hari ia mulai berbeda ? Jika bulan dilangit ? Lalu dimanakah hari ? Kurasa matahari bukan sebuah jawaban. Jika menit dan detik ada pada jam ? Lantas apakah jam harus selalu didekap dinding ? Boleh sajakan ia berjalan ikut kemana tangan, ataupun bisa saja tegap berdiri di dalam ruangan. Tentang waktu, haruskah setiap waktuku berlalu untukmu ? Bagaimana pula denganmu, punyakah aku hak akan waktumu itu ? Jadi siapa juga yang berhak terhadap waktu ? kurasa tidak mungkin bulan, karna ia saja tak lagi sama.


Bulan itu berubah, sesukanya ia dari gerhana menjadi purnama hingga sabit pada mulanya ia tak ada yang kata orang itu bulan mati. Tentu tak berhak baginya akan waktu.

Kunantikan datang pagi, pagi ini ku akan jumpai matahari, semakin bergerak naik jarum jam dimanapun jam itu berada matahari juga bergerak naik hingga tepat diatas kepala, yang kala itu manusia murka…

Rasa yang tetap ada

Gambar
Mengetahui kabar dan memastikan kamu baik-baik saja, adalah salah satu caraku tetap bahagia.
            Mungkin saja ini sama sekali tak penting bagimu. Bagian yang mungkin akan membuatmu merasa bosan. Sebab, perasaan yang kau punya tak sama dengan apa yang kurasakan. Percakapan tak jelas itu, mungkin hal yang tak berarti bagimu. Juga chat dan pesan singkat yang sering kau balas dengan satu dua kata saja. Dan, kadang kamu begitu menyebalkan. Hanya membalas dengan pengulangan huruf, “Yyyyy”. Namun, semua itu akan menjadi penting bagiku. Aku hanya ingin tahu, bahwa kamu masih ada.             Satu-satunya cara agar hariku tetap bahagia ialah dengan mengetahui kabarmu dan memastikan kamu baik-baik saja. Ini bukan perkara tetap bersama. Bukan juga perihal memiliki. Lebih dari itu, ini tentang perasaanku yang masih sama, perasaan hanya kepadamu saja. Hal yang takkan bisa kurasakan pada yang lain. Hati ini hanya ingin menaruh segala tentangmu di sana. Tentang rasa yang takkan pernah bisa mel…

Cukup jeda, jangan luka

Gambar
Masa-masa sulit itu akan hadir, aku atau kau yang terlalu sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sementara hati mulai merasa curiga. Barangkali akan terasa resah, pada saat itu sedikit sekali waktu untuk bertemu dan saling memberi kabar dan penjelasan. Waktu seolah tak peduli dengan kita. Dengan kita yang hampir saja kembali seperti dahulu, ketika kata kita masih terucap aku dan kau. Kita sama-sama mengerti jikalau bertemu adalah cara terbaik, sebab begitu kabar yang tak baik akan terbang dibawa angin. Dan sebelum itu, kita butuh penjelasan. Butuh pertemuan, agar tidak tumbuh racun keraguan. Namun apalah daya banyak hal yang memenjarakan kita.             Pernah sekali pesan singkat darimu, isi nya hanyalah tanda titik. Lalu dengan tersenyum aku balas dengan tanda koma, hanya butuh pertemuan dan penjelasan. Pahamilah, setiap manusia punya rasa kasih dan sayang dan akan mengalami hal yang sama. Hanya saja, ada yang melalui dengan baik dan ada yang sebaliknya. Akan ada fase d…

Kita yang mencari bahagia

Gambar
Sudah kupastikan kita ini orang yang ingin bahagia. Bagaimana denganmu ? Walau tak ada yang dapat memastikan semua akan baik-baik saja. Seperti daun hijau dengan embun pagi, pasti akan menguning lalu mengering juga. Lalu angin membawanya menjauh dan jatuh dari ranting.Terkadang saat semua yang terfikirkan baik-baik saja dan semua yang menyenangkan. Tiba-tiba ada saja yang mengusik dan menghancurkannya.

Kamu merasakan seperti hal itu. Saat yang kamu kasihi menjadi daun yang jatuh dari dahannya. Memilih mengembara terbang bersama angin. Meningkalkan dahan sebatang kara. Bahagia hilang disetiap harinya, dan dahan itupun patah layaknya hatimu. Hingga akhirnya kamu tak lagi percaya akan kebahagian, kita pun bertemu. Aku tak jauh berbeda denganmu, sejak perjumpaan itu aku merasa kita punya kesamaan. Hal yang akhirnya kita percaya menjadi perasaan yang menyatukan. Kita yang dulu dilepaskan begitu saja. Ditinggalkan tanpa alasan oleh bahagia.

Perasaan itu membentuk sepakat diantara kita. Kit…

Hujan, untuk kisah kita yang usai sudah

Gambar
Dahulu, kita pernah saling menguatkan. Pernah sangat takut akan kehilangan. Kau adalah seseorang yang kucintai sangat. Sementara bagimu aku adalah orang dengan pembuktian dan pengorbanan paling hangat. Seseorang yang kamu inginkan berlama-lama denganmu. Menikmati hujan tak peduli membunuh waktu. Kita tak peduli hujan atau badai dan kekacauan disana, pikiran kita tak kemana-mana. Kita hanya sedang berdua. Segalanya terasa seolah sempurna. Andai saja waktu berjalan lebih lambat.  Menikmati segala gundah gulana dan setiap hal yang kau coba sembunyikan. Kamu adalah bagian terindah dari hujan, karna membuatku betah berlama-lama tanpa perlu mengatur tujuan.           Kita sering berdoa agar hujan turun lebih lama, agar tak punya alasan untuk kemana-mana. Sebab, katamu, jika bersama apapun akan terasa hangat, tak peduli betapa dinginnya hujan yang turun, kamu selalu percaya, hujan tak lebih dingin dari kesendirian ketika rindu hadir. Dan kulihat kau tak mampu bertahan sendiri. Rindu dan hujan…

Segala tentang matamu

Gambar
Seperti halnya aku menyukai senja yang tak perlu kujelaskan, begitu pula aku yang selalu menyukai matamu. Menatap lebih dalam ke sana, lalu menenggelamkan diriku berlama-lama. Tidak ingin berlari lagi.  Segala penat seolah sudah kutemukan obatnya. Matamu selalu bisa menenangkan, melihat diriku semakin dalam, semakin tidak ingin keluar dari matamu.Itulah sebab aku suka mengajakmu duduk berlama-lama. Terkadang tidak perlu banyak bicara. Kita hanya duduk sambil menikmati udara. Dalam hati aku panjatkan doa, semoga denganku saja kami ingin menetap.           Segala perihal tentangmu aku suka, terlebih saat kamu cemberut dan cemburu. Tentu tidak berlebihan. Saat begitu, kamu tetap terlihat mempesona. Dan tersadar aku kita memang harus memperjuangkan rindu. Selalu akan mengusahan untuk bertemu, agar tidak lebat tumbuh sendu.           Begitulah aku yang selalu terpesona dengan bening matamu. Selalu ingin mengurung diri dalam matamu. Membiarkan diriku tenggelam semakin dalam. Saat hujan begini…

Hanya Lelah Berjuang SENDIRI

Gambar
Aku tak pernah lelah mencintaimu, hanya lelah berjuang sendiri

Suatu hari nanti, saat kau merasa sendiri dan tak sehebat hari ini. Saat yang biasanya kau dapatkan dengan mudah tak lagi bisa semudah itu. Kamu tentu akan terdiam, lalu bertanya sendiri, siapa saja yang pernah mencintaimu. Dan kamu akan ingat seorang yang pernah memohon hatimu. Orang yang hampir kau beri kesempatan. Orang yang sangat lama dalam memperjuangkan hatimu. Dan dengan pelan bibirmu membisikkan satu nama. Orang yang kau sebut namanya itulah AKU.

Saat kau merasa patah hati oleh seorang yang sama sekali tidak menginginkanmu. Sementara kau begitu menginginkanya. Kau kan merasa luka dan kecewa. Seolah dunia ini tak adil. Katamu, kau begitu tulus mencintainya. Kau berharap di membalas perasaanmu. Sebab, lama sudah waktu kau jalani untuk membuatnya jatuh hati padamu. Namun nyatanya, dia tidak ingin membalas apa yang kau rasakan. Dia memilih pergi dan membuat hati luka berkali-kali.

Lalu saat itu, kau mengingatku. Kau me…